NVidia Jetson Nano, komputer mini otak robot seharga Rp1,4 juta

Jakarta (ANTARA) – Produsen chip NVidia mengantisipasi dengan cepat era Internet of Things (IoT), dengan merilis Jetson Nano, sebuah komputer mini yang memungkinkan pengembang dengan mudah mengimplementasikan kemampuan robot pada perangkat pintar.

Dengan komputer mini ini, siapa pun, termasuk pengembang perorangan bisa membuat perangkat pintar berkemampuan robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent). Komputer AI yang memungkinkan untuk menciptakan jutaan sistem cerdas.

Kecil, tapi komputer AI CUDA-X ini menghasilkan kinerja komputasi hingga 472 GFLOPS (sejuta operasi atau proses per detik), sudah mumpuni untuk menjalankan beban kerja AI modern dan sangat hemat daya, hanya menyerap 5 watt saja.

Diluncurkan oleh CEO NVidia di Konferensi Teknologi GPU beberapa waktu lalu, Jetson Nano hadir dalam dua versi, yakni devkit seharga 99 dolar atau Rp1,4 juta untuk pengembang atau perorangan, dan modul seharga 129 dolar setara Rp1,8 juta bagi perusahaan yang ingin mengembangkan perangkat pintar untuk pasar massal.

“Jetson Nano membuat AI lebih mudah diakses oleh semua orang, dan didukung oleh arsitektur dan perangkat lunak yang mendasari yang sama yang memperkuat superkomputer bangsa kita,” kata Deepu Talla, wakil presiden dan manajer umum mesin otonom di NVidia dalam pernyataannya untuk pers, dikutip Kamis.

Jetson Nano mendukung sensor resolusi tinggi, dapat memproses banyak sensor secara paralel dan dapat menjalankan beberapa jaringan saraf modern pada setiap aliran sensor, juga mendukung banyak kerangka kerja AI yang populer, sehingga memudahkan pengembang untuk mengintegrasikan model dan kerangka kerja pilihan mereka ke dalam produk.

Jetson Nano bergabung dengan jajaran lini keluarga JetsonTM, yang juga mencakup Jetson AGX XavierTM yang kuat untuk mesin yang sepenuhnya otonom dan Jetson TX2 untuk AI di ujungnya. Ideal untuk perusahaan, startup, dan peneliti, platform Jetson sekarang memperluas jangkauannya dengan Jetson Nano.

Dengan komputer mini ini, tidak hanya perusahaan besar, pengembang perorangan, peneliti, bahkan siswa di sekolah maupun perguruan tinggi bisa mengembangkan perangkat pintar dengan lebih mudah.

Mereka menjadi sangat terbantu dalam mengembangkan atau menciptakan perangkat-perangkat pintar seperti drone, bidang seluler, asisten digital, peralatan otomatis, dan banyak lainnya.

Komputer mini Jetson Nano bisa dibeli melalui distributor global NVidia dan jaringan Seeed Studio maupun SparkFun. Perangkat ini akan mulai dikirimkan ke pemesannya pada Juni mendatang.

Baca juga: NVIDIA akuisisi Mellanox 6,9 miliar dolar

Baca juga: Kartu grafis super cepat NVidia GeForce RTX Founder tersedia

Baca juga: Nvidia akan memasok chip kecerdasan buatan untuk Volvo

Penerjemah: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SMI racik PC gaming demi saingi rakitan

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan distributor perangkat teknologi PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) meluncurkan perangkat komputer pribadi (personal computer/PC) segmen gaming bernama Symetri PC yang akan menjadi pesaing komputer-komputer rakitan di pasaran.

“Para pemesan bisa langsung meminta spesifikasi yang mereka butuhkan kepada mitra kami. Misalnya, pemilik iCafe tidak perlu PC dengan perangkat penyimpanan SDD. Atau, pemain game perlu PC dengan memori sampai 30GB. Kami bisa menawarkan produk dengan kekhasan sesuai pesanan,” kata Direktur Bisnis Produk Konsumen SMI Ronaldy Suhendra di Jakarta, Rabu.

Synnex pun menawarkan tiga varian perangkat Symetri PC yaitu perangkat segmen pro-gamer dengan prosesor Intel i9 9000K dan kartu grafis RTX 2070. Symetri Pro-gamer dibandrol seharga Rp33,99 juta.

Varian kedua adalah Symetri PC gamer dengan prosesor Intel i5 9000F dan kartu grafis GTX 1660Ti yang dipasarkan seharga Rp19,99 juta.

Terakhir, PC gaming yang ditujukan pada segmen pemilik iCafe dengan prosesor Intel Pentium Gold G5400 dan kartu grafis GTX 1050Ti. PC segmen iCafe itu ditawarkan seharga Rp5,99 juta.

Ronaldy menjelaskan Symetri PC akan menjadi pesaing PC rakitan yang biasa ditawarkan oleh sejumlah toko di pusat perbelanjaan elektronik karena menjamin kualitas produk.

“Produk kami berbeda dengan perangkat rakitan di Mangga Dua. Komponen-komponen PC rakitan itu datang dari berbagai distributor sehingga garansi sulit diklaim. Sedangkan produk kami resmi, begitupula layanan purna-jualnya,” ujar Ronaldy.

PC rakitan yang banyak dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan elektronik itu, menurut Ronaldy, juga memiliki harga yang kurang kompetitif.

Sebagai perbandingan, PC gaming rakitan dengan prosesor Intel i7-8700 dan grafis RTX2080 ditawarkan seharga Rp32,9 juta di salah satu e-commerce Tanah Air.

Ronaldy menambahkan varian produk SMI menjadi alternatif bagi para penggila permainan digital untuk memiliki perangkat yang diidamkan.

“Kami adalah distributor 10 merek komponen elektronik sehingga biaya perakitan kami rendah. Para pemesan juga dapat sesuaikan dengan budget mereka karena itu adalah produk-produk pesanan langsung,” kata dia.

Dua dari 10 merek komponen komputer yang dipegang SMI adalah prosesor Intel dan kartu grafis NVidia.

Baca juga: Lima keunggulan PC gaming Rp70 juta Asus ROG Strix GL12

Baca juga: Lenovo optimistis akan pertumbuhan PC gaming

Baca juga: Geser PC, laptop gaming diprediksi jadi tren

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Asus pamer notebook gaming tertipis di dunia

Jakarta (ANTARA) – Asus memamerkan dua laptop gaming yang diklaim paling tipis di dunia, yaitu ROG Zephyrus S GX701 dan GX531, dalam mini showcase “Build Your Gaming Empire” PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) di Jakarta, Rabu.

“Notebook tertipis di dunia, tebalnya hanya 1,5 cm dan ringan. Hebatnya, perangkat tersebut telah menggunakan prosesor Intel core i7 generasi ke-8 terbaru,” ujar Asus ROG Product Marketing Manger, Hendra Wijaya.

Asus ROG Zephyrus GX701 dan GX531 hadir dengan GPU NVIDIA GeForce RTX. Selain disebut memiliki performa yang lebih kencang dari generasi sebelumnya, GeForce RTX 2080 (Max-Q) juga menggunakan arsitektur Turing terbaru yang mendukung teknologi grafis real-time ray-tracing.

GeForce RTX juga sudah dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa kecerdasan buatan (AI).

ROG Zephyrus S GX701 dan GX531 didukung oleh prosesor Intel Core i7-8750H. Dengan konfigurasi 6 core dan 12 thread, prosesor ini mampu tampil dengan kecepatan hingga 4,1GHz.

Selain itu, keduanya juga telah didukung oleh RAM DDR4 dengan kapasitas hingga 24GB.

Untuk layar, ROG Zephyrus S GX701 dan GX503 memiliki layar dengan bezel ultra-tipis sehingga memiliki screen-to-body ratio 81 persen. Bezel ultra-tipis tersebut juga merupakan kunci kedua laptop ini memiliki bodi yang ringkas.

Layar ROG Zephyrus GX701 dan GX531 juga memiliki refresh rate 144Hz dan response time 3ms dengan kemampuan tingkat reproduksi warna di color space sRGB yang diklaim sebesar 100 persen, dan telah tersertifikasi oleh Pantone.

“Untuk harga saya belum bisa kasih tahu karena kita belum resmi launching di Indonesia,” ujar Hendra.

ASUS ROG Zephyrus GX701 dan GX531 akan dirilis secara resmi pada tanggal 11 April 2019 mendatang.

Baca juga: Laptop premium Asus super tipis Zephyrus dibanderol Rp36 juta

Baca juga: MSI luncurkan empat notebook, termasuk seri gaming

Baca juga: Dell bawa inovasi baru lewat Dell XPS 13

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lenovo klaim nomor dua di Indonesia untuk pasar laptop gaming

Jakarta (ANTARA) – Lenovo menyebut berada di peringkat kedua pasar laptop gaming di Indonesia dengan pangsa pasar 12,8 persen, mengacu pada data lembaga riset pasar GFK tahun 2018.

“GFK 2018 dibandingkan 2017, Lenovo 12,8 persen market share. Kami ingin tumbuh hypergrowth, bukan naik berapa persen, tapi mau double tahun depan, 2018 ke 2019,” ujar Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin, usai peluncuran di Jakarta, Selasa.

Menurut data pasar GFK pertumbuhan industri laptop gaming di Indonesia secara tahun ke tahun naik 126 persen. Sementara, data GFK menunjukkan pertumbuhan tahun ke tahun Lenovo adalah 455 persen.

“Berarti pertumbuhan kami bahkan lima setengah kali dibanding sebelumnya. Untuk pertumbuhan sendiri, kami lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar,” kata Julius.

Lenovo baru membentuk subbrand gaming Legion pada Februari 2017. Selain Lenovo, produsen teknologi lainnya Asus dan Acer juga memiliki subbrand gaming, masing-masing ROG dan Predator.

Sebagai informasi, GFK melaporkan bahwa Asus menjadi pemimpin pasar laptop gaming Indonesia dengan market share sebesar 60 persen pada Januari 2019. Angka tersebut meningkat dari 57,6 pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Januari 2018.

Untuk dapat bersaing di pasar gaming, Julius mengatakan Lenovo akan selalu menghadirkan produk Legion dengan spesifikasi terkini, misalnya dilengkapi dengan GPU GeForce RTX.

Tidak hanya itu, Julius mengatakan Lenovo akan menghadirkan produk dengan berbagai pilihan harga. Selain meluncurkan laptop gaming Legion Y740 di harga Rp20 juta-an, Lenovo juga memiki Legion Y530 yang dibandrol di harga belasan juta rupiah.

Lenovo juga memiliki desktop gaming, yaitu seri cube C730 dan seri tower T530 untuk para hardcore gamer.

Meski demikian, menurut Julius tren pembelian laptop saat ini ada di kisaran belasan juta rupiah.

“Secara volume memang masih di angka belasan (juta), pro gamer Rp25-30 juta ke atas tidak terlalu banyak. Memang di angka belasan (juta) banyak, bisa sampai 70 persen di pasar,” kata Julius.

Menurut laporan Newszoo bertajuk “Global Games Market Report 2018,” Indonesia menduduki peringkat 20 besar dari segi pendapatan sektor gaming, yaitu sebesar 1.130 dolar AS, mengalahkan Thailand di angka 692 juta dolar AS.

Pendapatan ini diraih dari besarnya jumlah gamer yang ada di Indonesia, mencapai lebih dari 47 juta gamer. Dari jumlah ini, sebanyak 47 persen berada di usia 21-35 tahun, yang berarti juga merupakan usia pekerja.

(Penulis: Peserta Susdape XIX/Arindra Meodia)
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lenovo hadirkan laptop gaming Legion Y740 seharga Rp28,5 juta

Jakarta (ANTARA) – Lenovo mengumumkan kehadiran produk terbaru dari subbrand gaming, Legion Y740, di pasar Indonesia dengan harga Rp28,499 juta.

Tersedia di distributor resmi serta mitra ritel online Lenovo, Lenovo Legion Y740 dibekali GPU GeForce RTX 2060 yang dikemas dalam model berukuran 15,6 inci.

“Kami menggunakan pendekatan customer centric, dengan mendengar apa yang dibutuhkan para gamer. Mereka membutuhkan laptop gaming yang lebih tipis dan 50 persen lebih ringan,” kata Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin, dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa.

Lenovo Y740 diperkuat dengan prosesor Intel Core i7, memori 32GB DDR4 2666Mhz opsional dan anti-ghosting CORSAIR iCue RGB backlit keyboard yang diklaim 100 persen, serta sistem pencahayaan dengan lebih dari 16 juta kostumisasi warna.

Perangkat ini dilengkapi Dolby Atmos Speaker System dengan Dolby Sound Radar, juga dibekali display 144Hz Full HD (1920×1080) yang dilengkapi teknologi NVIDIA G-SYNC yang didesain untuk menghilangkam tampilan yang tersendat-sendat.

Untuk sistem pendingin, Lenovo Legion Y740 dilengkapi Lenovo Legion Coldfront dual fan thermal layout. Lenovo Legion Y740 resmi diluncurkan di Jakarta, Selasa (26/3/2019). (ANTARA News/Arindra Meodia)

Baca juga: Lenovo rilis ponsel A5s harga Rp1,5 jutaan

Lenovo juga membekali Legion Y740 dengan layanan purnajual Lenovo Triple Protection yang berlaku selama dua tahun sejak pembelian produk.

Paket proteksi eksklusif Lenovo yang terdiri dari dua generasi resmi Lenovo Indonesia yaitu International Warranty Service yang memberikan garansi perlindungan Lenovo berlaku di seluruh negara.

Garansi lainnya adalah Accidental Damage Protection, garansi yang menangggung kerusakan yang tidak termasuk dalam garansi normal, meliputu jatuh tanpa disengaja, terkena tumpahan air, lonjakan arus listrik atau LCD pecah.

Selain laptop Legion terbaru, Lenovo juga melakukan pembaruan untuk Legion C730 Cube, portable cube dengan performa komputer desktop.

Baca juga: Laptop premium Lenovo tumbuh double digit tahun ini

Dengan bobot 9kg, cube ini dilengkapi handle atas sehingga mudah dipindah-pindahkan. Bagian panel atas juga transparan yang memungkinkan pengguna untuk melihat isi rig, menunjukkan RGB system lightning yang bisa dikostumisasi.

“Ini refresh dari sebelumnya yang sudah pernah diluncurkan di bulan Desember. Legion C730 memiliki 3 kali fans improved airflow dan 50 persen peningkatan performa dari perangkat sebelumnya,” ujar Consumer ID 4P DT Manager Lenovo Indonesia, Ana Cheung.

Untuk spesifikasi, Legion C730 diperbarui dengan NVIDIA GeForce RTX 2080 untuk Intel Core i9 generasi ke-9 dan NVIDIA GeForce RTX 2070 untuk prosesor Intel Core i7 generasi ke-9.

Legion C730 Cube dijual mulai dari harga Rp31,999 juta untuk varian Intel Core i7 dan Rp49,999 juta untuk varian Intel Core i9, dan tersedia di distributor resmi serta mitra ritel online Lenovo.

Baca juga: Lenovo rilis laptop gaming Legion Y530 versi murah

(Penulis: Peserta Susdape XIX/Arindra Meodia)

Pewarta: Peserta Susdape XIX: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Corsair luncurkan keyboard hingga mouse gaming terbaru

Jakarta (ANTARA) – Produsen komponen dan perangkat gim asal Amerika Serikat Corsair meluncurkan sejumlah produk terbaru mereka di Indonesia, mulai dari tetikus (mouse), penutup CPU, hingga papan ketik (keyboard) nirkabel di Jakarta, Jumat.

Corsair meluncurkan tetikus nirkabel Harpoon RGB Wireless yang memakai teknologi bernama slipstream Corsair wireless technology untuk memberikan performa setara kabel.

Slipstream wireless memberikan kecepatan yang diperlukan sebagai perangkat gim sebesar 2,4GHz. Kecepatan itu mampu menghantarkan paket data dua kali lebih banyak dari generasi sebelumnya.

Mouse Corsair Harpoon RGB Wireless dipasarkan mulai harga Rp750.000. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Kemudian, papan ketik nirkabel K83 Wireless terbuat dari rangka aluminium dan diklaim punya tata letak tombol yang mudah digunakan. Papan ketik itu juga memiliki fitur kendali gim (joystick) dan dilengkapi dengan lampu LED berwarna putih.

Keyboard itu ditawarkan mulai Rp1,599 juta.
  Keyboard Corsair K83 Wireless. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Sementara, penutup CPU transparan Corsair Crystal Series 680X RGB terbuat dari bahan ATX tempered glass dengan konsep dual-chamber. Casing itu membuat aliran udara masuk ke komponen-komponen terpanas seperti CPU dan VGA.

Produk yang dijual seharga Rp3,950 juta itu memiliki pencahayaan RGB dari tiga buah kipas LL120 RGB yang dikontrol melalui teknologi Lighting Node Pro melalui perangkat lunak iCUE.

Produk serupa yaitu Carbide Series 678C memiliki peredam suara di samping dan atas bodi agar komputer terasa hening. Ruangan yang lapang di Carbide Series 678C dapat menampung radiator pendingin hingga ukuran 360 milimeter.

Penutup CPU dengan banderol Rp2,799 juta itu menawarkan enam buah tempat harddisk modular yang dapat dipindah ke delapan posisi.

Corsair juga meluncurkan pendingin likuid Hydro Series H100! Platinum SE dengan radiator 240 milimeter dan didukung perangkat lunak iCUE untuk mengontrol performa dan pencahayaan RGB.  Corsair Hydro Series H100! Platinum SE dijual sekitar Rp2,350 juta.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sempat down, layanan Google mulai pulih

Jakarta (ANTARA) – Layanan Google sempat mengalami gangguan untuk Gmail, Drive, Hangouts dan Google Maps.

Keluhan gangguan layanan Google ini tidak hanya tidak hanya terjadi di Indonesia, namun, juga beberapa negara lainnya seperti Australia, Amerika Serikat serta sejumlah negara di Asia maupun Eropa, seperti diberitakan laman The Guardian, Rabu.

Pantauan Antara, saat ini layanan Gmail, Drive maupun Maps dapat digunakan seperti biasa.

Sebelumnya, pengguna Gmail mengeluhkan mereka tidak bisa mengirim surat meski pun sudah tersambung ke internet. Pengguna juga tidak bisa mengunggah berkas ke Google Drive.

Pengguna Google Maps mengaku tidak bisa menggunakan Street View karena hanya menampilkan layar hitam kosong.

Google dalam laman resmi, beberapa jam setelah mendapatkan laporan gangguan, menyatakan mereka segera menginvestigasi masalah untuk layanan Gmail.

Mereka menyatakan saat ini masalah sudah diatasi, namun, tidak menjelaskan sumber kerusakan yang menyebabkan gangguan layanan beberapa jam sebelumnya.

“Keandalan sistem menjadi prioritas utama di Google, kami terus melakukan perbaikan agar sistem kami menjadi lebih baik,” kata Google.

Baca juga: Alasan keamanan, Google ingatkan pengguna segera perbarui Chrome

Baca juga: Google Indonesia jadikan pemilih muda lebih “kepo” pemilu

Baca juga: Google, JD, dan Tencent suntik dana untuk GoJek

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Olga Ladyzhenskaya Google Doodle hari ini, siapa dia?

Jakarta (ANTARA) – Google Doodle hari ini memperingati kelahiran seorang ahli matematika Olga Ladyzhenskaya dengan memajang tampilan kartun bernuansa kuning lengkap dengan rumus-rumus matematika.

Ladyzhenskaya lahir di Kologriv Soviet Russia pada 7 Maret 1922. Dia menghadapi tantangan pribadi maupun politik sepanjang karirnya, di mana dia telah menghasilkan lebih dari 250 karya tulis.

Dilansir Independent, berikut empat hal yang perlu diketahui tentang ilmuwan tersebut.

1. Hubungan keluarga membuatnya kesulitan menuntut ilmu

Ayah Ladyzhenskaya, Aleksandr Ivanovich Ladyzhenskii, disebut berperan dalam memulai ketertarikan putrinya terhadap matematika sejak dini. Aleksandr dipercaya tewas pada Oktober 1937, saat putrinya masih berusia 15 tahun, di ruang siksaan Soviet setelah ditangkap oleh otoritas Stalin, berdasarkan arsip sejarah matematika di University of St Andrews, Skotlandia.

Meski Ladyzhenskaya lulus dari sekolah menengah dengan nilai memuaskan, dia kesulitan masuk ke Leningrad State University karena ayahnya dianggap sebagai “musuh negara”.

Dia akhirnya mengajar di sekolah menengah dan panti asuhan sebelum masuk Moscow State University pada 1943 dan kemudian mendapatkan gelar doktor dari Leningrad State University.

2. Menghadapi gangguan politik dan sosial pada masanya

Sepanjang hidupnya, Ladyzhenskaya harus bekerja di tengah politik untuk melakukan penelitiannya.

Saat menyelesaikan tesisnya pada 1951, karya itu tidak dapat diterbitkan hingga 1953, setelah kematian Joseph Stalin.

Ketika pemerintahan Komunis berakhir pada 1989, Ladyzhenskaya, bersama dengan ahli matematika Rusia lainnya memiliki lebih banyak kebebasan untuk bepergian.

Sebelum itu terjadi, Ladyzhenskaya tidak dapat bepergian ke luar Eropa Timur, dan hanya pernah menghadiri Kongres Internasional Matematikawan di Edinburgh.

Dia tidak menghadiri acara itu lagi sampai tahun 1988.

Hidup di bawah rezim Soviet juga berarti Ladyzhenskaya tidak dapat bertemu ilmuwan terkemuka lainnya selama bertahun-tahun, karena mereka tidak diizinkan untuk mengunjungi perhimpunan.

3. Penelitiannya masih bermanfaat hingga sekarang

Ladyzhenskaya membuat kontribusi penting untuk dinamika fluida. Penelitiannya bermanfaat untuk oseanografi, ilmu kardiovaskular, aerodinamika, dan ramalan cuaca.

4. Dianggap pemberontak

Meski hidup di bawah rezim represif, Ladyzhenskaya tidak takut mengungkapkan pendapatnya tentang masalah sosial, yang sering kali membahayakan keselamatan pribadinya, berdasarkan data Universitas St Andrews.

Sebagai pecinta seni, ia terlibat dalam kancah intelektual St Petersburg dan berteman dengan penulis Aleksandr Solzhenitsyn, seorang kritikus blak-blakan dari Uni Soviet.

Ladyzhenskaya juga berteman dengan penyair Anna Akhmatova, yang karyanya mengecam rezim Stalin.

Baca juga: Selamat Hari Anak Nasional di Google Doodle

Baca juga: Alicia Keys bacakan puisi Maya Angelou di Google Doodle

Baca juga: Google Indonesia jadikan pemilih muda lebih “kepo” pemilu

Baca juga: Google investasi 13 miliar dolar di pusat data AS

Penerjemah:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo siapkan 20 ribu digital talent

ANTARA-Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pelatihan digital talent untuk kaum milenial di Indonesia. Tahun ini, Kominfo menyiapkan 25 ribu kursi pelatihan  di 20 provinsi, dengan target 20 ribu kelulusan, untuk menyiapkan 9 juta digital talent pada 2030.