Lima keunggulan PC gaming Rp70 juta Asus ROG Strix GL12

Jakarta (ANTARA News) – Asus meluncurkan jajaran laptop dan satu dekstop gaming terbarunya dalam “Slim Bezel Gaming Notebook for Champs” di Jakarta, salah satunya ROG Strix GL12.

Berikut lima keunggulan PC desktop untuk para gamer ROG Strix GL12 yang berharga Rp70 juta, menurut Asus pada Kamis:

1. Didukung hardware terbaik

ASUS ROG Strix GL12 memiliki hardware terbaik  untuk saat ini, karena menggunakan tampilan konfigurasi 8 core 16 thread yang nampu menghadirkan performa super kencang dan terbaik.

Prosesor yang disematkan pada ASUS ROG Strix GL12 dipilih secara khusus dan sudah melalui berbagai stress test. Ditambah liquid cooling yang dipadukan dengan kipas 90mm sehingga tidak ada hawa panas yang tertahan di hardware-nya.

2. Fitur terbaik

Selain memiliki bodi tampilan dengan desain sudut tajam, ASUS ROG Strix GL12 memiliki fitur inovatif lain, yaitu hot swap SSD bay. Nantinya, pengguna ASUS ROG Strix GL12 bisa mengganti SSD secara langsung tanpa perlu melakukan restars pada sistem.

Kehadiran bay ini tujuannya memudahkan pengguna untuk melakukan upgrade dan memasang SSD baru.

3. Bermodul DIMM.2

Bagi pengguna yang lebih suka menggunakan M.2 SSD, ASUS menyediakan modul ekspansi ini yang memungkinkan pengguna memasang dua M.2 SSD ekstra.

Selain mendukung sistem RAID untuk performa ekstra, M.2 SSD yang ditanamkan di modul DIMM.2 ini juga sudah dilindungi oleh heatsink sehingga stabilitas performanya bisa tetap terjaga.

4. Kontektivitas unggulan

Memenuhi kebutuhan gamer saat bermain game, ASUS menyediakan sejumlah fitur konektivitas terkini dan tercanggih di ASUS ROG Strix GL12. Konektivitas tersebut terdiri dari WIFI 802.11ac Wave 2 yang mampu memastikan sesi bermain game akan tetap lancar lewat kecepatan transfer data yang sangat tinggi.

Terdapat juga fitur koneksi melalui Bluetooth 5.0 sehingga pengguna bisa menghubungkan berbagai peripheral gaming.

5. Versi “unlocked” dari pabrikan

Pengguna yang ingin memacu prosesor lebih jauh, bisa menggunakan software Armoury Crate yang sudah disediakan ASUS di gaming dekstop ini, karena ASUS ROG Strix GL12 memiliki versi “unlocked” sehingga bisa di-overlock.

Hal tersebut dilakukan karena prosesornya tampil dalam kondisi factory overclocked.

Baca juga: Penerus Asus ROG Strix GL berlayar lebih lebar
Baca juga: Laptop premium Asus super tipis Zephyrus dibanderol Rp36 juta

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kominfo dorong SDM Indonesia kuasai bidang robotik

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpendapat, suka atau tidak suka, masyarakat perlu menerima perkembangan teknologi yang begitu pesat, misalnya dengan kemunculan robot-robot yang memiliki kemampuan canggih.

“Kita tidak boleh jadi penonton,” kata Rudiantara saat memberi sambutan dalam acara perkenalan dengan distributor robot Puri Robotics di Kementerian Kominfo, Sabtu.

Dia menilai permasalahan pada era revolusi industri 4.0 ini bukan terletak pada teknologi, melainkan keterampilan sumber daya manusia yang dapat mengimbangi perkembangan teknologi sehingga dia berpendapat bahwa orang Indonesia pun perlu memiliki talenta di bidang robotik.

“Sumber daya manusia akan jadi semakin penting, terutama pengembangan keterampilan. Kita harus mendidik orang Indonesia untuk punya keterampilan di bidang teknologi ini,” kata dia.

Rudiantara berpendapat Indonesia masih kekurangan talenta dalam dunia teknologi, namun, dia menilai masalah di zaman revolusi industri 4.0 ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan secara global.

Salah satu usaha Kominfo untuk menjembatani kebutuhan di dunia industri dan teknologi adalah dengan mengadakan program Digital Talent Scholarship, yang menggandeng sejumlah perguruan tinggi.

Mahasiswa yang masuk dalam program ini akan mendapatkan pembelajaran yang materinya disusun oleh perusahaan teknologi global yang beroperasi di Indonesia. Program ini ditargetkan dapat menjangkau 20.000 pelajar pada 2019.

Meski pun sektor industri sudah melirik penggunaan robot untuk melakukan sejumlah pekerjaan yang bersifat repetitif, Rudiantara berpendapat manusia tidak perlu merasa khawatir tugasnya akan digantikan oleh robot selama dia mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan yang lebih baik.

“Kalau tidak, kita akan didisrupsi,” kata dia.

Pekerjaan yang sudah bisa digantikan oleh robot antara lain adalah layanan pelanggan atau customer service. Beberapa perusahaan di Indonesia sudah memakai chatbot untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu dari pelanggan mereka.

Baca juga: Cobot dirancang bisa bekerja dengan manusia secara aman
Baca juga: Pentingnya kurikulum robotik untuk hadapi industri 4.0

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lenovo rilis laptop gaming Legion Y530 versi murah

Jakarta (ANTARA News) – Lenovo Indonesia meluncurkan varian baru lini laptop game, Legion Y530, dengan harga lebih murah dibandingkan versi yang keluar beberapa bulan lalu.

“Kami sudah meninggalkan desain gaming ekstrem, kami merombak desain tanpa mengurangi gaming feeling,” kata Consumer 4P Notebook and T1 Manager Lenovo Indonesia, Deddie Sionader, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Legion Y530 mengadopsi rancangan kebanyakan laptop lainnya, jika dilihat dari luar, tidak terlihat perangkat ini dirancang untuk main game. Warna Legion Y530 didominasi warna hitam, dengan logo bercahaya di samping.

Lenovo mengubah rancangan layar laptop ini sedikit menjorok ke dalam, menyisakan jarak kecil di ujung engsel dengan bodi bawah. Rancangan seperti ini berguna agar layar laptop tidak terkena panas yang menguap dari bodi belakang.

Untuk kibor, Legion Y530 tetap menggunakan rancangan untuk bermain game dengan jarak antartombol yang cukup luas agar pemain leluasa saat memencet kode serta lampu backlight.
  Laptop gaming Lenovo Legion Y530. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Lenovo Legion Y530 yang diluncurkan hari ini merupakan “adik” dari laptop yang meluncur beberapa bulan lalu, perangkat ini memakai prosesor Intel i5 8300H.

Lenovo Legio Y530 memakai RAM 8GB serta 16GB Optane Memory, teknologi yang menunjang kinerja harddisk hingga kecepatannya menyamai SSD. Laptop Legion Y530 hadir dengan harddisk berkapasitas 1 terabita.

Laptop ini hadir per Desember 2018 dengan harga di kisaran Rp14 jutaan.

Legion dari Lenovo merupakan salah satu lini gaming untuk laptop yang beredar di Indonesia, vendor lain seperti Asus juga menyediakan ROG untuk penyuka gaming, sementara Acer hadir dengan laptop Predator.

Baca juga: Acer janji hadirkan sejumlah perangkat gaming tahun ini
Baca juga: Laptop premium Lenovo tumbuh double digit tahun ini

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lenovo luncurkan PC gaming Legion C730 Cube

Jakarta (ANTARA News) – Lenovo Indonesia membawa perangkat PC mereka yang dirancang untuk bermain game Legion C730 Cube untuk konsumen yang memerlukan perangkat yang ringan dan ringkas.

“Ini suksesor dari Cube Y270,” kata Consumer 4P Notebook and T1 Manager Lenovo Indonesia, Deddie Sionader, saat peluncuran, di Jakarta, Senin.

C730 Cube dirancang untuk dapat dipindahkan atau portabel sebesar 19 liter dengan gagang pegangan di bagian atas. Lenovo merancang bagian atas Legion C730 transparan agar pengguna bisa melihat isi rig, dapat melihat RGB system lighting dan dapat dikostumisasi melalui Lenovo Vantage.

Legion C730 diperkuat dengan NVIDIA GeForce GTX 1060 GPUs, prosesor hingga generasi delapan Intel Core i7 dan memori optional overclocked 32GB CORSAIR DDR4.

PC Lenovo ini mendukung untuk perangkat virtual reality atau VR.

Jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya, Legion C730 Cube berukuran lebih besar. Deddie menjelaskan mereka memang sengaja memberikan lebih banyak ruang di C730 Cube setelah mendengar masukan dari konsumen mereka.

Menurut dia, banyak yang mengeluhkan PC Cube yang lama sulit untuk dikustomisasi karena sudah tidak ada ruang. 

Lenovo menjanjikan Legion Cube C730 ini dapat dikustomisasi dengan rancangan bodi yang lebih besar.

Lenovo menyediakan versi prosesor i7 dan i9, masing-masing akan dijual sekitar Rp30 juta dan Rp50 juta.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Malware Trojan tertinggi pada 2018

Jakarta (ANTARA News) – Data dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa malware Trojan menjadi serangan berbahaya yang paling banyak dideteksi pada 2018.

Laporan Kaspersky Lab, pada pertengahan Desember, mencatat  serangan Trojan (50,14 persen), serangan Trojan-Ransom (13,06 persen) dan serangan AdWare (7,35 persen) menjadi tiga teratas file berbahaya yang paling banyak dideteksi pada 2018.

Secara keseluruhan, teknologi deteksi Kaspersky Lab menangani 346.000 file berbahaya baru setiap hari dalam sepuluh bulan pertama pada tahun ini.

Dari semua file berbahaya baru yang terdeteksi pada tahun 2018, jumlah yang merupakan backdoor meningkat sebesar 44 persen, sedangkan volume ransomware meningkat sebesar 43 persen.

Lebih lengkap, dalam laporannya, Kaspersky Lab menyebutkan bahwa pada 2018, ransomware (Trojan-Ransom) dan deteksi backdoor masing-masing terdiri atas 3,5 persen dan 3,7 persen dari semua file berbahaya baru yang dikumpulkan dalam sepuluh bulan pertama tahun ini.

Fakta ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 43 persen untuk ransomware (dari 2.198.130 pada 2017 menjadi 3.133.513 pada 2018) dan 44 persen untuk backdoor (2,272,341 pada 2017 menjadi 3,263,681 padaa 2018).

Poin penting lainnya tentang ancaman pada 2018 yang dicatat Kaspersky Lab adalah satu dari tiga (30,01 persen) komputer setidaknya mengalami sekali ancaman berbahaya online pada 2018.

Data ini menunjukkan bahwa malware, backdoor dan ransomware tetap menjadi risiko signifikan bagi para pengguna komputer.

Agar tetap terlindungi, Kaspersky Lab menyarankan agar selalu memperhatikan dengan seksama dan jangan pernah membuka file atau lampiran mencurigakan apa pun yang diterima dari sumber tidak dikenal.

Jangan mengunduh dan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dipercaya dan jangan klik tautan apa pun yang diterima dari sumber tidak dikenal dan iklan online yang mencurigakan.

Kasperksy Lab juga menyarankan untuk membuat kata sandi yang kuat dan jangan lupa untuk menggantinya secara teratur, serta abaikan pesan yang meminta menonaktifkan sistem keamanan untuk perangkat lunak Office atau perangkat lunak antivirus.

Dalam laporan terpisah yang dirilis pada awal Desember, Kaspersky Lab mencatat lima besar serangan siber paling merusak yang pernah terjadi.

1. Wanna Cry
Serangan WannaCry membuat ransomware dan malware dikenal oleh semua pengguna, termasuk mereka yang tidak dapat membedakan byte dengan bite.

Dalam empat hari, penyebaran WannaCry membuat lumpuh lebih dari 200.000 komputer di 150 negara.

Di beberapa rumah sakit, WannaCry mengenkripsi keseluruhan perangkat, termasuk peralatan medis, dan beberapa pabrik terpaksa menghentikan kegiatan produksi.

2. NotPetya/ExPetr
Ada pendapat yang mengatakan bahwa serangan yang paling merugikan bukanlah WannaCry,  melainkan malware pengenkripsi lainnya (secara teknis adalah penghapus namun tidak mengubah dasarnya) yang disebut ExPetr, juga dikenal sebagai NotPetya.

Prinsip operasinya sama yaitu menggunakan EternalBlue dan EtrernalRomance yang mengeksploitasi, worm yang bergerak di Web, kemudian meng-enkripsi segalanya di jalurnya.

Meskipun lebih kecil dalam hal jumlah mesin yang terinfeksi, Notpetya sendiri menjadi epidemi malware yang “lebih mahal” karena menargetkan sektor bisnis dengan perkiraan kerugian mencapai 10 miliar dolar,  sedangkan WannaCry, menurut berbagai perkiraan, menghasilkan kerugian pada kisaran 4–8 miliar dolar.

NotPetya dianggap sebagai serangan siber global paling mahal dalam sejarah.

3. DarkHotel
Bukan rahasia lagi bahwa jaringan Wi-Fi publik di kafe atau bandara bukanlah yang paling aman. Masih banyak yang percaya bahwa Wi-Fi hotel masih jauh lebih aman, karena walaupun jaringan hotel masih bersifat publik, setidaknya diperlukan otorisasi untuk mengaksesnya.

Saat terhubung ke jaringan hotel, mereka diminta untuk menginstal pembaruan yang terlihat sah pada perangkat lunak yang popular.

Selanjutnya perangkat mereka akan langsung terinfeksi dengan spyware DarkHotel, yang secara khusus dilakukan oleh penyerang ke jaringan beberapa hari sebelum kedatangan pengguna dan dihapus beberapa hari setelahnya.

Spyware tersembunyi tersebut mencatat keystroke dan memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan phishing yang ditargetkan.

4. Stuxnet
Stuxnet adalah yang paling pertama dibicarakan terkait penggunaan senjata siber terhadap sistem industri.

Pada saat itu, tidak ada yang bisa menandingi Stuxnet untuk kerumitan atau kelihaiannya yang dapat menyebarkan worm secara sembunyi melalui perangkat USB, bahkan menembus komputer yang tidak terhubung ke Internet atau jaringan lokal.

5. Mirai
Keberadaan Botnet sudah terpantau sejak lama, tetapi kemunculan Internet of Things memberikan kehidupan baru bagi Botnet.

Perangkat-perangkat yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan keamanannya dan belum terpasang antivirus tiba-tiba mulai terinfeksi dalam skala besar.

Perangkat ini kemudian melacak perangkat lainnya dari jenis yang sama, dan segera menyebarkan penularan.

Armada zombie ini dibangun di atas sebuah malware yang dinamai Mirai (diterjemahkan dari bahasa Jepang sebagai “masa depan”), yang terus tumbuh penyebarannya sembari menunggu instruksi.

Kemudian pada suatu hari – 21 Oktober 2016 – pemilik botnet raksasa ini memutuskan untuk menguji kemampuannya dengan memerintahkan jutaan perekam video digital, router, kamera IP, dan peralatan “pintar” lainnya membanjiri penyedia layanan DNS Dyn.

Dyn tidak bisa menahan serangan DDoS yang begitu besar. DNS, serta layanannya tidak dapat berjalan.

Layanan seperti PayPal, Twitter, Netflix, Spotify, layanan online PlayStation, dan banyak lainnya di Amerika Serikat terkena dampaknya.

Dyn akhirnya pulih, tetapi skala serangan Mirai yang besar membuat dunia duduk dan berpikir tentang keamanan perangkat pintar.

Fenomena ini akhirnya membangunkan kesadaran semua orang akan keamanan siber. Serangan Mirai dimulai dengan serangan pada jutaan perangkat pintar kecil (seperti kamera web dan mesin cuci) dan pada akhirnya dikenal sebagai “The Fall of the Internet.”

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ekspansi ke Indonesia, Mineski siap majukan industri eSports tanah air

Jakarta (ANTARA News) –   Mineski, salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara  berkomitmen untuk memajukan industri eSports di Indonesia melalui berbagai sudut bisnis hingga pencarian talenta baru pada eSports

“Dengan melihat potensi industri eSports di Indonesia, kami akan melakukan investasi yang agresif dalam beberapa tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan eSports di tanah air dan mengejar negara-negara lain yang telah mapan. Besar harapan kami dapat meningkatkan standar industri esports di Indonesia,” ujar Agustian Hwang, Country Manager MET Indonesia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. 

Menurut dia, Mineski dengan misi membawa ekosistem eSports Indonesia ke tahap selanjutnya membuka kesempatan yang lebih luas bagi para peminat eSports, baik melalui kompetisi, infrastruktur, serta dukungan para gamers. Saat ini, Mineski telah memiliki tiga cabang bisnis utama; Mineski Infinity, MET, dan Mineski Professional Team. 

MET berencana  menyelenggarakan event-event besar di Indonesia, diantaranya yaitu Garuda Cup, Indonesia Professional Gaming League (IPGL), dan Jakarta Masters. 

Jakarta Masters, yang termasuk dalam rangkaian The Masters, diadopsi dari event Manila Masters di Filipina, di tahun 2019, MET berencana  mengadakan ajang ini di dua negara, salah satunya Indonesia.

Di Indonesia, Mineski juga menjalin kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem eSports yang tak terbatas. Saat ini, Mineski bermitra dengan Telkomsel, Tencent, GO-JEK dan Tokopedia yang siap menghadirkan pengalaman terbaik untuk seluruh gamers dan eSports enthusiasts di Indonesia.

General Manager Games and Apps Telkomsel Auliya Ilman Fadli mengatakan, saat ini, pelanggan Telkomsel yang memberikan pendapatan tertinggi berasal dari segmen gaming yang mencapai 34 persen dengan lebih dari 60 juta pelanggan memainkan game di ponsel mereka setiap bulannya. 

Untuk industri game, pangsa pasar Telkomsel di Indonesia mencapai lebih dari 22 persen. 

Herman Widjaja, VP of Engineering Tokopedia mengatakan kehadiran mereka mendukung perkembangan potensi eSports di Indonesia dan menciptakan panggung baru bagi para gamer profesional di tanah air.

“Kami berharap hadirnya Mineski bisa mendorong lebih banyak talenta terbaik negeri untuk kemudian mendunia,” katanya.

Baca juga: Tertarik jadi atlet eSports? Ini tipsnya

Baca juga: Bentuk tim eSport, Reza Arap beri gaji gamer tiap bulan

Pewarta: Subagyo
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Telkomsigma prediksikan banyak perusahaan akan mengadopsi “cloud computing”

Jakarta (ANTARA News) – CEO Telkomsigma Iskriono Windiarjanto memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan akan lebih cenderung mengadopsi layanan teknologi multi-cloud atau cloud computing pada waktu mendatang.

“Ke depan ini trennya adalah cloud computing, perusahaan-perusahaan akan banyak mengadopsi (layanan teknologi) multi-cloud,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kecenderungan perusahaan-perusahaan, khususnya swasta mengadopsi cloud computing karena faktor efisiensi, di mana pengelolaan data center  secara khusus memakan biaya yang cukup besar dan harus memenuhi standar.

“Telkomsigma sebetulnya sekarang ini sangat berfokus pada layanan private-cloud, mengingat kami memiliki 375 perusahaan yang dilayani dan terkoneksi dengan data center kami selama ini,” kata Iskriono tersebut usai menerima Sertifikat Tier IV Construction Facilities dari Uptime Institute.

Telkomsigma meraih Sertifikasi Uptime Institute Tier IV Construction Facilities pertama di Indonesia. Prestasi yang diraih ini melengkapi prestasi yang telah diraih sebelumnya yakni Sertifikat Tier IV Certifcation Design Documents. Selain itu, Telkomsigma juga meraih sertifikasi  Tier III Certification of Operations Sustainable tingkat gold pertama di ASEAN.

Sertifikat ini berhasil diperoleh karena keberadaan data center yang dilengkapi jalur distribusi ganda untuk pasokan listrik dan sistem pendingin yang selalu aktif serta berfungsi, sehingga menjamin keberlangsungan operasional layanan yang selalu siap sedia bagi para klien Telkomsigma.   

Selain itu, sertifikasi ini juga memperkuat kapabilitas data center Telkomsigma, membantu meningkatkan resiliensi, menjaga fungsionalitas teknologi informasi dan mendukung operasional yang efektif. Proses sertifikasi Tier telah memastikan seluruh operasional berjalan selaras dengan tujuan usaha dari organisasi dan ekspektasi ketersediaan.

“Dengan diperolehnya Tier IV Construction Facilities  dari Uptime Institute, semakin membuktikan bahwa layanan data center Telkomsigma sudah sesuai dengan standar Data Center Tier berkelas internasional,” ujar Iskriono.

Baca juga: Telkomsigma klaim punya data center “Always On”

Baca juga: Asosiasi Game Indonesia sebut kewajiban data center sukar diterapkan

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Windows 10 kalahkan popularitas Windows 7

Jakarta (ANTARA News) – Sistem operasi terbaru buatan Microsoft, Windows 10, menjadi OS yang paling populer untuk perangkat komputer, mengalahkan pendahulunya Windows 7.

Menurut data dari Net Applications, yang dikutip laman The Verge, Windows 10 menguasai market share OS untuk desktop sebesar 39,22 persen, sementara Windows 7 sebanyak 36,9 persen, berdasarkan data per Desember 2018. Windows 10 mencapai posisi tersebut setelah 3,5 tahun rilis.

Sementara itu, Windows 7, yang diperkenalkan sekitar 10 tahun yang lalu, akan dihentikan pada 7 Januari 2020.

Microsoft semula menargetkan Windows 10 akan dipasang di satu miliar perangkat dalam tiga tahun setelah dirilis, namun, target tersebut belum tercapai. Salah satu sebabnya, Windows Phone, sistem operasi untuk perangkat mobile, tidak mendukung dan sudah dihentikan.

Windows 10 saat ini terpasang di 700 juta perangkat, termasuk komputer, tablet, ponsel dan konsol gim Xbox One.

Microsoft sebenarnya sudah gencar mengajak konsumen untuk beralih ke Windows terbaru, antara lain dengan mengadakan program memperbarui OS secara gratis dan kampanye “PC does what” yang menargetkan komputer yang sudah berusia empat hingga lima tahun.

Pencapaian baru ini, seperti diberitakan laman tersebut, menunjukkan bahwa Microsoft masih harus meyakinkan konsumen mereka untuk beralih ke Windows 10.

Windows mengalami tantangan serupa ketika peralihan Windows XP ke Windows 7 hingga mereka perlu mengeluarkan perbedaan biaya jika menggunakan kedua sistem operasi tersebut setelah Windows 7 dirilis.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peretas siarkan data pribadi politikus Jerman

Jakarta (ANTARA News) – Peretas mengambil data ratusan politikus Jerman dan menyiarkan data tersebut di dunia maya.

Laman Deutsche Welle, melansir RBB Inforadio, menuliskan politikus dari berbagai partai yang ada di parlemen federal menjadi sasaran peretasan, kecuali dari sayap kanan jauh Alternative for Germany (AfD). 

Data-data tersebut dipublikasikan lewat akun Twitter, yang menuliskan dirinya sebagai peneliti keamanan siber, seniman dan satir yang berbasis di Hamburg, sejak awal Desember 2018. Kebocoran ini baru terdeteksi pada Kamis (3/1) lalu. 

Data-data yang dipublikasikan di akun tersebut kebanyakan berupa alamat dan nomor ponsel, sementara ada juga yang berupa dokumen pribadi sepreti data bank, kartu identitas dan percakapan pribadi.

Selain data tersebut, terdapat juga lamaran kerja, memo partai dan daftar anggota partai, yang usia data lebih dari setahun.

Belum diketahui calon terduga peretas dan juga motivasi aksi tersebut.

Baca juga: Peretas Dell incar informasi konsumen

Baca juga: Pengamanan data dari serangan siber dinilai minim

Baca juga: Facebook sebut peretas akses data 29 juta pengguna

Baca juga: Polisi ringkus peretas akun Facebook ajudan Presiden

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019